Stiapembangunanjember.ac.id – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember kembali menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) untuk Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan yang menjadi gerbang awal bagi para calon mahasiswa ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 24-28 Agustus 2026.
Tahun ini, PKKMB STIA Pembangunan mengusung tema besar "Cerdas Berkarakter, Unggul Berteknologi di Era Digitalisasi".
Pembantu Ketua 3 STIA Pembangunan, Alifian Nugraha, S.AB., M.Si., melaporkan bahwa antusiasme pendaftar pada tahun ini sangat baik. Total peserta yang mengikuti PKKMB mencapai 122 calon mahasiswa baru. Rinciannya terdiri dari 71 peserta dari program studi Ilmu Administrasi Niaga, 47 peserta dari program studi Ilmu Administrasi Negara, serta tambahan 4 mahasiswa susulan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang secara edukatif, inklusif, serta dijamin bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.
Pengawas STIA Pembangunan, Henny Haryati, S.TP., dalam sambutannya mengingatkan para peserta bahwa mereka saat ini masih dalam tahap pengenalan dan harus benar-benar memanfaatkan momen ini untuk mengenal ekosistem kampusnya secara mendalam.
Ia memberikan apresiasi khusus terhadap tema PKKMB tahun ini yang dinilai sangat relevan dengan tantangan zaman. "Kecerdasan tanpa karakter dapat kehilangan arah, sementara teknologi tanpa etika dapat disalahgunakan," tegas Henny di hadapan ratusan peserta.
1.jpg)
Lebih lanjut, ia berpesan agar mahasiswa kelak dapat menjunjung tinggi budaya akademik yang positif. Mahasiswa didorong untuk membangun lingkungan kampus yang saling menghormati dan bebas dari tindakan kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun hal-hal yang merendahkan martabat sesama.
Sementara itu, Ketua STIA Pembangunan Jember, Dr. Asmuni, S.Sos., M.AP., turut memberikan wejangan inspiratif sebagai bekal mental para mahasiswa baru. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi berarti harus siap untuk "bersusah-susah dahulu". Namun, ia meyakinkan bahwa pendidikan adalah jembatan emas menuju masa depan yang jauh lebih baik.
Dr. Asmuni secara khusus menyoroti transisi status peserta menjadi bagian dari masyarakat ilmiah. Ia menekankan bahwa sebagai akademisi, mahasiswa dilatih untuk tidak asal bunyi (asbun) dalam menyampaikan suatu argumen, melainkan harus selalu objektif dan berlandaskan pada data.
Selama kegiatan PKKMB berlangsung, para peserta akan dibekali dengan berbagai materi komprehensif, di antaranya pemahaman mengenai Tridharma Perguruan Tinggi, pengenalan kegiatan ko-kurikuler dan ekstrakurikuler, serta adaptasi terhadap lingkungan dan komunitas kampus.(*)